Selasa, 13 Desember 2011

Anak Kota Vs Anak Desa

TEMA : Masyarakat Kota dan Masyarakat desa


Anak Kota atau Anak Desa?

Kali ini  saya akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari anak kota vs anak desa. Karena menurut saya , pandangan masyarakat terhadap dua spesies ini kurang akurat. Lebih tepatnya mari kita lihat daftar di bawah ini:


1. Sosialisasi
Dari segi bersosialisasi saya lebih memilih untuk sebagai anak desa. Kenapa? Karena sosialisasi anak desa lebih terbuka dan mereka bisa saling mengenali satu sama lain dalam suatu lingkup ruang tertentu. 

Bagaimana tidak? Anak desa belum mengenal teknologi, jadi untuk mereka meminta bantuan atau untuk sekedar curhat mereka mau gak mau harus komunikasi secara langsung. Hal inilah yang ngebuat sosialisasi mereka tinggi. Sesama tetangga saling kenal. Bahkan dalam ruang lingkup desapun kenal. Sedangkan anak kota, karena gaul abis, kemana-mana pakenya BB, tetangga depan, samping kanan, kiri aja gak ngerti. Padahal, ada selogan kalo tak kenal maka tak sayang, kalo tak sayang maka tak cinta. Nah loh, padahal diajaran agama kita harus mencintai sesama kita.

2. Kinerja
Dari segi semangat bekerjanya, jelas saya lebih memilih anak desa. Mereka itu semangat-semangat. Kalau kalian berkunjung ke desa, maka sedikit orang desa yang bermalas-malasan. Karena kalau mereka tidak bekerja maka mereka tidak makan, sedangkan di desa tidak ada yang instant. Semuanya harus dilakukan dengan semangat 45 untuk tetap menyambung kehidupan. Sedangkan anak kota, yang sekarang segalanya udah instant membuat mereka malas bekerja karena mereka sudah memiliki yang instant. Memang lebih unggul anak kota, karena bisa menghemat waktu. Tapi, apalah arti menghemat waktu kalau itu cuman bikin kita jadi pemalas.

3. Kesehatan
Dari segi kesehatan, coba tengok anak desa. Mereka lebih sehat-sehat dibanding anak kota. Ada beberapa faktor diantaranya. Pertama, anak desa lebih aktif dibanding anak kota. Dalam sehari anak desa lebih banyak mengeluarkan keringat dibanding anak kota. Kedua, makanan yang dikonsumsi anak desa lebih alami dibanding anak kota yang makanannya serba instant dan banyak mengandung pengawet. Ketiga, anak desa lebih banyak bersyukur atas apa yang mereka dapat dan bukan mengeluh mencari apa yang mereka cari, seperti anak kota. Hal ini lah yang membuat anak desa lebih sehat-sehat.

4. Kesopanan
Melihat anak kota sekarang miris. Udah pada gak sopan. Sama orang tua mereka berani, sama guru mereka saling kata-katai. Oh... fucking attitude! Beginikah anak kota sekarang? Tetapi, anak desa lihat. Mereka takut dengan ucapan orang tua dan orang yang lebih tua dari mereka karena mereka menganggap itu semua sakral. Anak desa juga lebih menghargai hasil pekerjaan orang lain, karena mereka juga merasakan apa yang orang lain kerjakan.

5. Transportasi
Dari segi transportasi anak kota jauh lebih modern. Kendaraan mereka nyaman dan cepat. Sedangkan anak desa paling hanya menggunakan sepeda atau jalan kaki. Tapi, lihat dampak dari apa yang mereka gunakan sekarang untuk masa depan. Setiap kendaraan bermotor akan menyebabkan polusi udara yang gak bagus untuk kesehatan. Namun, anak desa lebih alamiah.

Dari hasil riset di atas, walaupun saya anak kota tapi saya sangat kagum sama anak desa , mereka jauh lebih baik kehidupannya dibanding kehidupan dikuta. Hidup mereka lebih adem, lebih tentram, lebih aman. Mereka anak desa gak termakan mode. Mereka hidup dari kesederhanaan dan mereka mencoba belajar hidup bersama alam. Mereka dari alam dan mereka hidup bersama alam.Mereka gak gengsi, gak malu kalo mereka gak dibilang 'gaul'. Mereka tetap enjoy dengan kehidupannya. Mereka gak pusing tanpa membawa BB atau gadget-gadget mewah lainnya. Mereka tetap bahagia. Mereka gak mati tanpa itu semua.
Menurut saya, gadget yang mewah-mewah itulah yang membuat kita semakin bodoh. Kita diperbudak oleh mereka. Setiap bulan harus isi pulsa, setiap waktu harus di dekat mereka. Ini pembodohan. Tapi, apa boleh buat kita semua sudah terjebak dalam dunia perkotaan yang kejam ini. Kita tersesat dalam kesesatan yang dalam.

2 komentar:

  1. Weh... anjing jangan rasis jadi orang luh bukan mendiskripsikan tapi membandingkan. Kayaknya lebih memihak anak desa daripada anak kota.setiap kekurangan anak kota pasti dibandingkan sama anak desa.waah parah luh.namanya juga kota. Wajar aja serba instan/modrn.lu bayangin kalo anak desa pindah ke kota pasti juga akan terbawa dengan suasana serba instan/mdern.gak usah ngepost kalo cuma ngambil buruknya doanggggg

    BalasHapus